Breaking

Jumat, 11 Agustus 2017

RI Barter Kopi dengan Sukhoi Rusia



Pesawat tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia

Lintasaktual - Pemerintah Indonesia serius untuk membarter kebutuhan lokal dengan pesawat tempur Sukhoi Su-35 buata Rusia mellui skema imbal dagang,hal tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam kunjungan kerja Menteri Perdagangan Enggantiasto Lukita ke Rusia pada3-5 Agustus 2017 lalu.

Namun,Enggantiasto belum mau menjelaskan secara detail apa saja yang akan disiapkan oleh pemerintah untuk mendapatkan pesawat tempur buatan rusia tersebut,Menurut Enggantiasto,pihaknya masih akan melakukan pembahasan dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Ri Bakal Barter Sukhoi dengan Kopi

Pemerintah bakal serius untuk membarter komoditas perkebunan lokal dengan pesawat tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia melalui skema imbang dagang,''Hal tersebut yang menjadi pembahasan dalam skema kunjungan kerja Menteri Perdagangan Enggantiasto Lukita ke Rusia pada 3-5 Agustus 2017 lalu.

Namun Enggantiasto belum mau menjelaskan secara detail apa saja yang disiapkan oleh pemerintah untuk bisa mendapatkan Sukhoi tersebut,menurut Enggantiasto pihaknya masih akan melakukan pembahasan dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

"Saya lagi minta waktu Pak Menteri Pertahanan,itu nanti biar Pka Menteri Pertahanan yang bicara,''ujar dia di Kementrian Perdagangan (Kemendag),Jakarta,Kamis (10/8/2017).

Sebelumnya dalam kunjungan kerja ke Rusia,menteri Perdagangan itu untuk menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antar BUMN Rusia,Rostec dan BUMN Indonesua,PT Perusahaan Perdagangan Indonesia,hal tersebut terkait pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 yang untuk mengantikan armada F-5 Indonesia yang sudah usang.

Imbal dagang Di bawah supevisi kedua pemerintahan ini diharapkan dapat segera direalisasikan melalui pertukaran sebelas Sukhoi Su-35 dengan sejumlah produk ekspor Indonesia mulai dari kopi,teh hingga minyak kelapa sawit dan produk-produk industri strategis pertahanan,jelas Enggantiasto.

Diharapa ada kesempatan imbal dagang kali ini dapat disusul dari kesepakatan serupa menyangkut produk atau sektor lain.

Menurut Enggantiasto kesempatan ini sangat terbuka karena Rusia mendapat embergo perdagangan dari Amerika Serikat,uni Eropa ,serta sekutu-sekutunya terkait isu.

Keamanan dan teritorial,Sementara Rusia membalas dengan menggunakan dengan menggunakan sanksi pembatasan impor dari negara-negara tersebut.

Akibat embergo dan kontra embergo ini,Rusia memerlukan sumber alternatif lain untuk memenuhi kenutuhan pengan,termasuk buah-buah tropis,sertaproduk esensial lainnya.

"Ini peluang yang tidak boleh hilang dari pengamanan kita,Potensi hubungan ekonomi yang memanfaatkan hubungan embargo dan kontra embargo ini melampaui isu-isu perdagangan  dan investasi yang biasa karena kita juga melihat peluang dibidang pariwisata,pertukaran pelajar,kerjasama energi teknologi,kedirgantaraan,dan linnya,ungkap dia.

Ditulis Oleh - Dirga Lintasaktual


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox